RizkyTM

Just Me

13 August 2020

Materi Vokal Solo Kelas 9 (Kurikulum 2013)

 Ringkasan materi kelas 9

Ø  Warna suara atau disebut dengan timbre berbeda antara satu individu dengan individu lainnya. Setiap manusia mempunyai karakter suara yang berbeda-beda. Hal ini dikarenakan getaran-getaran yang dihasilkan masing-masing pita suara berbeda sesuai dengan ukuran pita suara sehingga menghasilkan frekuensi suara yang berbeda pula.

Ø  Wilayah nada adalah kemampuan seseorang dalam menjangkau ketinggian atau rendahnya nada tertentu. Pernahkan kalian pada saat mengikuti nyanyian seorang penyanyi profesional dan tidak dapat mengikuti dalam menyanyikan nada tinggi atau rendah? Hal tersebut dikarenakan setiap individu juga mempunyai wilayah nada yang berbeda-beda. Ada penyanyi yang mampu menyanyikan nada-nada tinggi sampai melengking, ada pula yang dapat menyanyikan nada rendah. Kemampuan menjangkau nada ini dipengaruhi oleh faktor ketebalan pita suara dan kemampuan mengolah teknik vokal yang baik.

Wilayah nada manusia dibagi menjadi 3 kelompok:

1.       Suara anak-anak

Suara anak-anak baik laki-laki dan perempuan cenderung sama dan cenderung memiliki frekuensi yang sama sehingga sulit dibedakan. Coba amati jika terdapat anak laki-laki dan perempuan yang masih kecil, saat mereka berbicara atau menangis secara bersama suaranya akan cenderung sama. Perbedaan suara akan terlihat seiring dengan perubahan fisik beranjak remaja sampai dengan dewasa.

Suara anak-anak dibagi menjadi dua. Yaitu :

a.       Suara anak-anak tinggi dengan jangkauan nada c’ – f’

b.       Suara anak rendah jangkauan suaranya a – d’

Jangakauan suara anak-anak memang pendek maka dari itu jarang kita temukan lagu anak-anak dengan teknik dan jangkauan nada yang tinggi. Lagu anak-anak berupa pengulangan-pengulangan yang nadanya tidak rumit. Misal: Tik tik bunyi hujan, Pelangi-pelangi dll

 

2.       Suara wanita

Suara wanita dibagi menjadi 3,

a.       Suara Tinggi = Sopran, dengan jangkau nada c’ – a”

b.       Suara Sedang = Mezo Sopran, dengan jangkauan nada a – f”

c.       Suara Rendah = Alto dengan jangkauan nada f – d”

 

3.       Suara pria

Suara Pria dibagi menjadi 3,

a.       Suara Tinggi = Tenor, dengan jangkau nada c – a’

b.       Suara Sedang = Bariton, dengan jangkauan nada A – f’

c.       Suara Rendah =Bass dengan jangkauan nada F – d’

 

Cermati penulisan nada diatas. Penulisan nada A berbeda dengan a atau a”. Penulisan nada A menunjukkan nada yang lebih rendah. Penulisan a’ mengacu pada nada yang tinggi. Dan a” untuk penulisan nada yang lebih tinggi.

Penulisan nada dari rendah hingga tinggi dapat kalian amati dari gambar di bawah:

pngwing.com

Urutannya

C – D – E – F – G – A – B – c – d – e – f – g – a – b – c’ – d’ – e’ – f’ – g’ – a’ – b’ – c” – d” – e” – f” – g” – a” – b”

Kita harus mengetahui kemampuan jangkauan atau wilayah nada suara kita. Sehingga kita dapat bernyanyi dengan nada yang tepat. Jika kita memaksakan bernyanyi di luar jangkauan maka nada akan terdengar tidak tepat dan tidak enak didengar. Bahkan jika dilakukan terus menerus akan merusak pita suara.

Pita suara merupakan jaringan otot sadar yang dapat kita latih untuk dapat menyanyikan nada dengan benar dan tepat. Dengan memperhatikan makanan yang kita konsumsi, menghindari asap rokok, mengindari polusi, dan latihan dengan teknik vokal yang tepat kita dapat menjadi penyanyi yang baik.

 

Ø  Teknik vokal

1.       Artikulasi adalah cara pengucapan kata demi kata yang baik dan jelas.

2.      Phrasering adalah aturan pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga mudah dimengerti dan sesuai dengan kaidah-kaidah yang berlaku.

3.       Pernafasan adalah teknik vokal yang digunakan untuk mengatur nafas pada saat bernyanyi

Pernafasan di bagi tiga jenis, yaitu :

a.      Pernafasan Dada: pernafasan yang dilakukan dengan menggunakan rongga dada bagian atas dan dapat menghasilkan nada-nada rendah. Kelemahan pernafasan dada jika digunakan terus menerus adalah penyanyi mudah lelah.

b.      Pernafasan Perut: pernafasan yang dilakukan dengan cara memasukkan udara ke dalam rongga perut. Pernafasan perut dapat menghasilkan suara keras. Kelemahan pernafasan ini adalah udara cepat habis, penyanyi cepat lelah.

c.       Pernafasan Diafragma adalah pernafasan yang dilakukan dengan cara memasukkan udara ke dalam rongga diafraghma, yaitu rongga yang terletak di tengah-tengah rongga dada dan rongga perut.  Pernafasan diafraghma  paling cocok digunakan untuk menyanyi, karena dapat menghasilkan nafas yang panjang dan stabil.

4.   Sikap Badan adalah posisi badan ketika seseorang sedang bernyanyi. Sikap badan dapat mempengaruhi seseorang bernyanyi. Tidak ada aturan khusus dalam bernyanyi yang pasti jangan sampai mengganggu pernafasan.

5.  Resonansi adalah usaha untuk memperindah suara dengan cara menggemakan suara dan mefungsikan rongga-rongga udara yang turut bervibrasi/ bergetar disekitar mulut dan tenggorokan.

Resonansi dibagi menjadi 3 jenis;

a.      Resonansi dada, memantulkan sumber bunyi pada bagian dada dan dapat menghasilkan suara rendah.

b.  Resonansi hidung, memantulkan sumber bunyi pada bagian wajah seputar hidung dan dapat menghasilkan suara sedang.

c.       Resonansi kepala, memantulkan sumber bunyi padabagian kepala dapat menghasilkan suara tinggi.

6.     Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada yang harus dijangkau dengan tepat.

7.  Vibrato adalah teknik vokal yang dilakukan untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi gelombang/ suara yang bergetar teratur, biasanya di terapkan di setiap akhir sebuah kalimat lagu.

8.   Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah/menambah sebagian melodi lagu dengan profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.

9.   Ekspresi adalah bagaimana kita membawakan suatu lagu dengan mimik muka dan penghayatan sesuai           
      dengan tema lagu.

1 comment: